Panduan barcode

Pahami hal penting sebelum membuat atau mencetak barcode.

Pelajari cara memilih barcode, menjaga nilai Excel, memahami GTIN/EAN/UPC, dan menghindari masalah umum pada pencetakan serta pemindaian.

G-004 · Excel & pembuatan massal

Cara membuat barcode Code 128 dari Excel

Saat mengubah SKU, nomor seri, atau kode inventaris dari Excel menjadi Code 128, pertahankan karakter sumber persis seperti aslinya. BarcodeBatch tidak memangkas, menambah nol, atau mengubah huruf besar dan kecil.

Read guide
G-005 · Excel & pembuatan massal

Cara membuat barcode EAN-13 dari Excel

Untuk membuat EAN-13 secara massal dari Excel, gunakan GTIN-13 yang benar-benar sudah ditetapkan, simpan 13 digit sebagai Teks bila perlu, dan validasi setiap baris tanpa mengubah identifier produk di generator.

Read guide
G-009 · Perbandingan

Code 128 vs Code 39: apa bedanya?

Code 128 mendukung set karakter lebih luas dan kepadatan lebih tinggi, sedangkan Code 39 lebih terbatas dan masih digunakan pada sebagian sistem industri lama. Tanpa persyaratan khusus, Code 128 sering lebih fleksibel.

Read guide
G-010 · Perbandingan

Barcode vs kode QR: apa bedanya?

Barcode 1D efisien untuk identifier produk dan inventaris yang pendek, sedangkan kode QR dapat membawa lebih banyak data termasuk URL dan teks Unicode. Pilih berdasarkan tujuan dan sistem pembaca.

Read guide
G-011 · Perbandingan & standar

EAN-8 vs EAN-13: apa bedanya?

EAN-8 merepresentasikan GTIN-8 8 digit dan EAN-13 merepresentasikan GTIN-13 13 digit. Anda tidak boleh memotong EAN-13 sembarang untuk membuat EAN-8; diperlukan GTIN-8 yang ditetapkan dengan benar.

Read guide
G-012 · Dasar GTIN

GTIN, UPC, dan EAN: apa bedanya?

GTIN adalah sistem nomor untuk mengidentifikasi trade item. UPC dan EAN adalah istilah historis yang terkait dengan panjang nomor dan simbologi tertentu; dalam percakapan sehari-hari sering tercampur, tetapi tidak identik.

Read guide
G-013 · Inventaris & e-commerce

SKU, UPC, dan barcode: apa bedanya?

SKU adalah kode internal yang ditentukan perusahaan. UPC/GTIN digunakan untuk identifikasi produk yang lebih luas dalam perdagangan, sedangkan barcode adalah simbol yang membuat suatu nilai dapat dipindai.

Read guide
G-014 · Dasar GTIN

Apa itu digit pemeriksa pada barcode?

Digit pemeriksa adalah digit terakhir pada sebagian identifier seperti GTIN, dihitung dari digit sebelumnya untuk membantu mendeteksi sebagian kesalahan input atau pembacaan. Menggantinya diam-diam berarti mengubah nilai yang dimasukkan.

Read guide
G-015 · Dasar GTIN

Bolehkah membuat UPC atau EAN sendiri?

Anda dapat menggambar simbol UPC atau EAN dari nilai yang secara struktur valid, tetapi jika membutuhkan identifier produk resmi, membuat nomor acak bukan pendekatan yang tepat. Penetapan GTIN dan pembuatan gambar adalah proses berbeda.

Read guide
G-016 · Dasar GTIN

Berapa GTIN yang diperlukan untuk varian produk?

Varian yang dibedakan secara komersial karena warna, ukuran, isi, jumlah, atau atribut lain dapat memerlukan GTIN berbeda sesuai aturan GS1 dan persyaratan kanal penjualan. Jangan memakai satu nomor untuk produk berbeda secara sembarang.

Read guide
G-021 · Inventaris & gudang

Cara membuat barcode SKU untuk inventaris

Tentukan skema SKU yang konsisten dan tidak duplikat, lalu kodekan nilai tersebut dengan format internal seperti Code 128. Menambahkan barcode tidak memperbaiki skema SKU yang buruk dengan sendirinya.

Read guide
G-024 · Perbandingan & standar

Code 128 vs GS1-128: apa bedanya?

GS1-128 menggunakan simbologi Code 128 sebagai dasar tetapi menambahkan struktur data standar dengan FNC1 dan GS1 Application Identifier. Code 128 umum tidak otomatis menjadi GS1-128.

Read guide
G-027 · E-commerce

Barcode produk Shopify: SKU, UPC, EAN, dan GTIN

Di Shopify, SKU biasanya dipakai untuk inventaris internal sedangkan kolom barcode dapat menyimpan identifier produk atau varian. Jika kanal penjualan membutuhkan GTIN, masukkan identifier resmi yang benar ke varian yang sesuai.

Read guide
G-031 · Cetak & kualitas

Cara mencetak barcode dengan benar

Hasil cetak yang mudah dipindai membutuhkan ukuran yang sesuai, kontras tinggi, quiet zone yang cukup, pengaturan printer yang benar, dan bahan label yang cocok. Uji beberapa sampel sebelum mencetak massal.

Read guide
G-032 · Cetak & format file

PNG vs SVG untuk barcode: mana yang dipilih?

PNG adalah gambar raster berukuran tetap yang mudah digunakan, sedangkan SVG adalah format vektor yang mempertahankan ketajaman saat diubah ukuran. PNG cocok untuk Office/web dan SVG sering lebih baik untuk desain/cetak.

Read guide
G-036 · Dasar kode QR

Kode QR statis vs dinamis: apa bedanya?

Kode QR statis menyimpan data langsung di dalam simbol dan kontennya tidak dapat diubah setelah dibuat. Kode QR dinamis biasanya menyimpan URL redirect milik penyedia layanan sehingga tujuan dapat diubah, tetapi bergantung pada layanan tersebut.

Read guide
G-037 · Kode QR & kualitas cetak

Ukuran kode QR, quiet zone, dan kualitas cetak

Keterbacaan kode QR dipengaruhi ukuran fisik modul, ruang kosong di sekeliling simbol, kontras, dan ketajaman cetak. Konten yang lebih panjang dapat membuat simbol lebih padat dan membutuhkan ukuran cetak lebih besar.

Read guide
G-039 · Dasar kode QR

Apakah kode QR memiliki masa berlaku?

Kode QR statis itu sendiri tidak kedaluwarsa. Selama simbol masih dapat dibaca, data yang sama akan dikembalikan. Namun URL tujuan, domain, halaman web, atau layanan redirect dapat berhenti tersedia.

Read guide